Seminar Pemantapan Peran Ustadz-Ustazah Dalam Pelestarian Haji Mabrur

Jumat, 06 Januari 2012

ishak

Pendidikan

Dibaca: 22945 kali

Walikota Medan Buka Seminar Pemantapan Peran Ustadz-Ustazah Dalam Pelestarian Haji Mabrur

Barani-News. Walikota Medan yang diwakili staf ahli biadang Ekbang Drs H Abuhanifah Batubara MAP mengatakan beberapa yang lalu Rabu (28/12) saat dirilis oleh Media Barani-News pada acara seminar peran ustadz-ustadzah dalam pelestarian haji mabrur, di Garuda Plaza Hotel, yang digagas oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI)  Kota Medan, tampak hadir Ketua IPHI Sumut H Ahmad Husen, Ketua IPHI Kota Medan Drs H Farid Wajedi, dan nara sumber Prof DR Nur Ahmad Fadhil Lubis MA bahwa  Peranan para ustadz-ustadzah sangat diperlukan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang berbarbagai program kerja dari pemerintah Kota Medan, kita ketahui bersama bahwa para ustadz-ustadzah ini sangat dekat dengan masyarakat, bahkan sangat dipercaya dalam membimbing mereka untuk lebih mendalami ajaran agama Islam. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa peran para ustadz-ustadzah sangat penting dalam pembentukan karakteristik masyarakat kearah yang lebih relegius, hal ini dikarenakan masyarakat kita pada dasarnya merupakan masyarakat yang taat paada ajaran agama yang diperlukannya, dan peranan ini telah lama di ambil oleh para ustadz-ustadzah sebagai orang yang mendedikasikan dirinya untuk menyiarkan ajaran agama kepada masyarakat. Beliau juga mengatakan  “ Saya sangat mengapresiasi kegiatan seminar ini yang berkaitan dengan pelestarian haji mabrur di Kota Medan, “ ujarnya. Menurut beliau, seseorang yang akan menunaikan ibadah haji diperlukan kesiapan mental dan pemikiran sehingga dapat menjalani setiap ritual haji ditanah suci, melakukan setiap rukunnya sacara akhlas dan bersungguh-sungguh dengan mengharapkan hajinya menjadi haji yang mabrur.

 Pada kesempatan tersebut Bapak Prof DR H Nur Ahmad Fadhil Luibuis MA yang menjadi nara sumber dalam acara tersebut dalam paparannya mengatakan, haji adalah salah satu pilar dan pondasi agama Islam, ibadah haji ini menjadi istimewah karena hanya diwajibkan sekali dalam hidup seorang muslim, setiap muslim baru berkewajiban untuk haji ketika telah memenuhi berbagai persyaratan yang terpenting diantaranya memiliki kemampuan. Dikatakannya, peran cendikiawan muslim untuk mencapai dan menjadikan haji mabrur tersebut menjadi sangat pentiong dan menentukan sekali, namun sebelum seseorang bisa membuat orang lain menjadi haji mabrur tentunya ia sendiri harus bisa mencapai dan melestarikan “ kemambrurannya” itu pada haji dan kehidupannya sendiri.

Drs Sangkot Saragih salah seorang panitia pelaksana dalam kegitan Seminar Pemantapan Peran Ustaz dan Ustazah mengatakan  kegiatan ini akan berlangsung satu hari dengan peserta terdiri diri para ustadz-ustadzah yang ada di Kota Medan, namun dengan jumlah terbatas, seminar ini juga diharapakan jadi momen kepada para haji yang baru pulang menjadi motivator dan mujahid (ISHAK)

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas