SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO MINTA PEMDA DAN MASYARAKAT PERTAHANKAN IDENTITAS ETNIS

Selasa, 06 Maret 2012

Endy

Parawisata

Dibaca: 1577 kali

SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO MINTA PEMDA DAN MASYARAKAT PERTAHANKAN IDENTITAS ETNIS

Barani-News
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pemerintah daerah bersama masyarakat dapat mempertahankan dan menjaga identitas etnis yang ada di Sumatera Utara. Identitas etnis yang diwujdkan dalam bentuk pakaian, makanan, tradisi dan filosofi tersebut merupakan modal besar untuk dapat berkompetisi di era globalisasi.

Demikian disampaikan Sri Sultan dalam acara jamuan makan malam dan sarasehan bersama Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, ST dan Forum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) di Aula Martabe, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Sabtu (3/3) malam. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ny Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho, istri Sri Sultan Gusti Kangjeng Ratu Hemas yang juga anggota DPD RI, putri Sri Sultan Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, para kepala SKPD dan pejabat Pemrovsu.  

“Setiap etnis wajib mempertahankan identitasnya dalam bentuk pakaian,  menu makanan, tradisi dan filosofi, yang sudah mengalami proses selama ratusan tahun. Harapan saya pemerintah daerah beserta warga masyarakat dapat bersama-sama melestarikan budaya setiap etnis yang ada di Sumatera Utara ini ,” kata Sri Sultan di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Beliau menegaskan bahwa segenap masyarakat perlu menggali dan mempertahankan berbagai kearifan lokal yang ada. Karena siapa tahu, ujar Sri Sultan, yang lokal itu justeru dapat menjadi global dan menjadi jati diri serta identitas bangsa untuk dapat bersaing di era bebas saat ini dan mendatang.  Ditambahkannya, masyarakat yang maju adalah masyarakat yang bisa membedakanantara antara modernisasi dan westernisasi. Oleh karenanya, kemajuan dengan tuntutan modernisasinya tidak harus menghilangkan budaya lokal yang merupakan identitas bangsa.

Untuk itu, Sri Sultan mendorong masyarakat dan pemerintah untuk bahu embahu mewujudkan kehidupan yang lebih baik ke depanya. Karena hanya dengan cara seperti itu bangsa Indonesia memiliki kesempatan untuk dapat bergaul secara seimbang di kancah internasional. “Mari kita bangun kebersamaan untuk membangun daya saing, sehingga bangsa kita mampu berkompetisi dengan negara lain. Bangsa kita hendaknya bukan hanya menjadi konsumen bagi negara maju. Masyarakat yang maju dan sejahera serta pemerintahan yang baik merupakan persyaratan minimal untuk menjadi bangsa yang kompetitif,” imbuh Sri Sultan.

Sementara itu, Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho memaparkan keberagaman etnis yang ada Sumatera Utara menyebabkan daerah ini kerap disebut sebagai miniaturnya Indonesia. Gatot bahkan menyebutkan, Sumatera Utara juga pantas di sebut sebagai truly asia mengingat keberagaman etnis dan budaya yang ada. Di tengah derasnya arus globalisasi saat ini, maka setiap etnis yang ada di SumateraUtara harus mampu menjaga dan melestarikan kebudayaan para leluhur.  “Karena  dengan memperetahankan kekayaan kearifan lokal dan budaya yang kita miliki, maka kita yakin dan mampu bersaing di tengah arus globalisasi,” ujar Gatot. 

Sri Sultan Hamengku Buwono Minta Pemda dan Masyarakat Pertahankan Identitas Etnis

Medan,

Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pemerintah daerah bersama masyarakat dapat mempertahankan dan menjaga identitas etnis yang ada di Sumatera Utara. Identitas etnis yang diwujdkan dalam bentuk pakaian, makanan, tradisi dan filosofi tersebut merupakan modal besar untuk dapat berkompetisi di era globalisasi.

Demikian disampaikan Sri Sultan dalam acara jamuan makan malam dan sarasehan bersama Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, ST dan Forum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) di Aula Martabe, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Sabtu (3/3) malam. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ny Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho, istri Sri Sultan Gusti Kangjeng Ratu Hemas yang juga anggota DPD RI, putri Sri Sultan Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, para kepala SKPD dan pejabat Pemrovsu.  

“Setiap etnis wajib mempertahankan identitasnya dalam bentuk pakaian,  menu makanan, tradisi dan filosofi, yang sudah mengalami proses selama ratusan tahun. Harapan saya pemerintah daerah beserta warga masyarakat dapat bersama-sama melestarikan budaya setiap etnis yang ada di Sumatera Utara ini ,” kata Sri Sultan di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Beliau menegaskan bahwa segenap masyarakat perlu menggali dan mempertahankan berbagai kearifan lokal yang ada. Karena siapa tahu, ujar Sri Sultan, yang lokal itu justeru dapat menjadi global dan menjadi jati diri serta identitas bangsa untuk dapat bersaing di era bebas saat ini dan mendatang.  Ditambahkannya, masyarakat yang maju adalah masyarakat yang bisa membedakanantara antara modernisasi dan westernisasi. Oleh karenanya, kemajuan dengan tuntutan modernisasinya tidak harus menghilangkan budaya lokal yang merupakan identitas bangsa.

Untuk itu, Sri Sultan mendorong masyarakat dan pemerintah untuk bahu embahu mewujudkan kehidupan yang lebih baik ke depanya. Karena hanya dengan cara seperti itu bangsa Indonesia memiliki kesempatan untuk dapat bergaul secara seimbang di kancah internasional. “Mari kita bangun kebersamaan untuk membangun daya saing, sehingga bangsa kita mampu berkompetisi dengan negara lain. Bangsa kita hendaknya bukan hanya menjadi konsumen bagi negara maju. Masyarakat yang maju dan sejahera serta pemerintahan yang baik merupakan persyaratan minimal untuk menjadi bangsa yang kompetitif,” imbuh Sri Sultan.

Sementara itu, Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho memaparkan keberagaman etnis yang ada Sumatera Utara menyebabkan daerah ini kerap disebut sebagai miniaturnya Indonesia. Gatot bahkan menyebutkan, Sumatera Utara juga pantas di sebut sebagai truly asia mengingat keberagaman etnis dan budaya yang ada. Di tengah derasnya arus globalisasi saat ini, maka setiap etnis yang ada di SumateraUtara harus mampu menjaga dan melestarikan kebudayaan para leluhur.  “Karena  dengan memperetahankan kekayaan kearifan lokal dan budaya yang kita miliki, maka kita yakin dan mampu bersaing di tengah arus globalisasi,” ujar Gatot. 

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas