Gubsu Canangkan Pelestarian Hutan Mangrove di Sicanang

Selasa, 14 Mei 2013

Endy

Parawisata

Dibaca: 2859 kali

Gubsu Canangkan Pelestarian Hutan Mangrove di Sicanang

MEDAN - Untuk melestarikan hutan mangrove, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho meluncurkan gerakan penanaman mangrove. Tak kurang dari 10 ribu pohon bakau (mangrove) ditanam di sepanjang bibir pantai Belawan.

Hutan Mangrove tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat karena memiliki beragam fungsi, Mulai dari wahana bersosialisasi hingga rekreasi yang menyediakan berbagai atraksi/aktifitas seperti berkano, memancing, mengamati burung, berkumpul dengan keluarga ataupun sebagai tempat belajar serta penelitian. Ini menunjukkan pentingnya pelestarian hutan bakau sebagai langkah mengatasi perubahan iklim  yang selama ini hutan bakau di kawasan pesisir tingkat kerusakannya sangat signifikan akan berkontribusi pada emisi gas rumah kaca (GRK).
Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumatera Utara diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) H Nurdin Lubis SH MM pada Acara Penanaman 10.000 bibit Mangrove di Kawasan Pesisir Kecamatan Medan Belawan, Kelurahan Secanang, Senin (13/5).
Menurut Gubernur, target Indonesia untuk secara sukarela menurunkan Emisi GRK sebesar 26 % pada tahun 2020 merupakan komitmen yang harus ditindaklanjuti oleh semua instansi terkait dalam pelaksanaan berbagai program dan kegiatan 2010-2014, untuk itu kita harus segera melakukan upaya untuk mengubah paradigma bahwa perubahan iklim yang diakibatkan oleh degradasi lingkungan bukan merupakan krisis semata akan tetapi dapat menjadi peluang untuk melakukan kegiatan pemulihan dan perbaikan lingkungan sekaligus dapat mengatasi krisis ekonomi yang diakibatkannya dengan kata lain kita harus dapat mengubah krisis menjadi peluang.
Pada acara penanaman 10.000 bibit Mangrove yang bertepatandengan Hari Ulang Tahun  (HUT) ke-48 PGN itu, Gubernur mengharapkan semua pihak dapat memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan wawasan baru terhadap pengelolaan lingkungan hidup dan fungsi pelestarian lingkungan hidup. Khususnya hutan mangrove di kawasan pesisir pantai timur Sumatera Utara.
Sebelumnya Direktur Keuangan PGN Riza Pahlevi Tabrani mengatakan, secara fisik manfaat Penanaman Bibit Mangrove adalah mencegah abrasi dan intrusi air laut ke darat dan menambah Substrat untuk pertumbuhannya sehingga tanah menjadi stabil dan secara Biologis merupakan tempat berlindung, mencari makan serta berkembangbiak bagi biota laut serta secara Ekonomis Mangrove dapat dijadikan bahan Pulp, Arang, disamping itu dapat tumpang sari dengan empang parit ikan.

Acara tersebut juga dihadiri Muspida Plus Medan Belawan, General Manager SBU III Mugiono, Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan Kesehatan Setdaprovsu Drs H Mhd Fitriyus SH MSp , Kadis Pertambangan dan Energi Provsu DR Ir Binsar Situmorang MSi, Kadis Kelautan dan Perikanan Provsu H Zulkarnaen SH

 

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas