Taman bumi atau “geopark” Kaldera Toba akan dijadikan ikon pariwisata Sumatera Utara

Senin, 27 Mei 2013

Endy

Parawisata

Dibaca: 1906 kali

Taman bumi atau “geopark” Kaldera Toba akan dijadikan ikon pariwisata Sumatera Utara

MEDAN - Taman bumi atau “geopark” Kaldera Toba akan dijadikan ikon pariwisata Sumatera Utara. Geopark Kaldera Toba memiliki keunggulan tujuan wisata yang merupakan perpaduan serasi antara potensi alam dan dan kekayaan budaya.
 
Hal itu dikatan Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli  Gubsu Dr H Arsyad Lubis MM, saat pelaksanaan Apel di halaman Kantor Gubsu,Senin (27/5).
 
Danau yang terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara ini memiliki lokasi-lokasi wisata bertaraf internasional sehingga perlu dikembangkan bahkan saat ini kawasan kaldera toba sedang diusulkan menjadi taman bumi (geopark) Kaldera Toba kedalam Global Geopark Network (GGN) Unesco.
 
Geopark Kaldera Toba ini merupakan produk letusan gunung api maha dahsyat (supervulcano) yang terjadi 74.000 tahun yang lalu yang erupsi supervulcano ini menyebabkan terjadinya amblasan tubuh gunung api Toba dan membentuk kaldera besar yang berukuran 87 x 30 Km bujursangkar yang kemudian terisi air hujan dan terbentuklah danau toba.
 
Ada beberapa faktor yang mendukung untuk menjadikan kaldera kawasan danau toba menjadi Geopark Toba, diantaranya Kaldera kawasan danau toba merupakan kaldera kuarter terbesar di dunia hasil letusan gunung api raksasa (supervulcano) yang debunya menyebabkan intensitas cahaya matahari tinggal 1 persen dari normalnya dan memicu terjadinya salah satu zaman es dan tumbuhan tidak berfotosintesi serta mempengaruhi lintasan migrasi manusia modern, melahirkan masyarakat yang memiliki kearifan lokas dan hidup harmonis dengan alamnya, meninggalkan warisan geologi atau fenomena alam yang sangat luar biasa yang merupakan warisan dunia  sehingga perlu dioptimalkan guna meningkatkan manfaat bagi pembangunan secara proporsional, berimbang dan berkelanjutan melalui pariwisata berkelas dunia.
 
Geopark (taman bumi) Kaldera Toba menggunakan konsep manajemen pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memadu serasikan tiga keragaman alam yaitu keragaman geologi (geodiversity), keragaman bilogi (biodiversity) dan keragaman cultural (cultural diversity) yang pada prinsipnya geopark merupakan konsep pengembangan kawasan yang disinergikan dengan prinsip-prinsi konservasi dan tata ruang wilayah eksisting di kawasan yang telah terbagun yang berpilar pada aspek konservasi, edukasi, dan penumbuhan nilai ekonomi local melalui geowisata.
 
Dijadikannya kawasan kaldera Toba menjadi anggota GGN Unesco akan ada beberapa keuntungan yang didapatkan diantaranya terpromosikannya secara internasional melalui bendera Unesco tanpa disertai dengan pembiayaan besar, menjadi ikon baru pariwisata Indonesia berbasis masyarakat  dan konservasi yang dapat menarik minat wisatawan mancanegara, menarik minat investor luar negeri jika Geopark Nasional resmi go internasional, membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia tetap menjunjung  komitmen program pembangunan berkelanjutan (agenda 21).
 
Meskipun suatu daerah memiliki warisan geologi yang terkenal dan bersifat universal atau suatu daerah memiliki nilai lebih, belum tentu daerah itu menjadi Global Geopark Network (GGN) bila tidak memiliki rencana pariwisata berkelanjutan, misalnya membangun sarana jalan kaki atau bersepeda, melatih penduduk setempat menjadi pemandu, menarik para penyedia jasa akomodasi yang menerapkan praktek lingkungan berkelanjutan. Cara yang paling praktis dengan melibatkan masyarakat setempat, serta menghormati sifat ketradisionalan, hak azasi dan martabat mereka. Tanpa dukungan masyarakat dipastikan  Geopark Global tidak akan berhasil.
 
Hadir pada apel tersebut sejumlah kepala SKPD, Asisten dan Staf Ahli Gubsu berserta para PNS di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas