MOGOK KERJA BURUH PT. HOCK (HOCKINDA CITRA LESTARI) DELI SERDANG - SUMUT

Senin, 15 September 2014

Administrator

Artikel

Dibaca: 17883 kali

MOGOK KERJA BURUH PT. HOCK (HOCKINDA CITRA LESTARI) YANG BERKANTOR PUSAT JL. BINJAI KM. 12,5 DELI SERDANG – SUMATERA UTARA

Barani-News 19/09-2014

Kita tidak takut Mati Untuk Bekerja Keras, Tetapi Kita Sungguh Tidak Rela Menundukkan Kepala dan Mati Bekerja Keras Untuk orang-Orang Serakah, Sudah cukup Lama Kaum Buruh Indonesia Tertindas dan Menderita dari Sejak Kolonialisme Pertama kali Menginjakkan Kakinya di Bumi Nusantara ini.

Apakah kita ditakdirkan Untuk tetap menjadi Bangsa Kuli Upah Murah. Dalam sejarah peradaban manusia hingga kedepannya ???, mungkin, tak ada yang bisa kita wariskan ke anak cucu kelak selain kata.... “Kaum Buruh Indonesia, mesti terus berlawan dan penindasan manusia tas manusia harus diakhiri supaya senyum Anak cucu, tidak seberat senyum kita saat ini. Bersatulah Kaum Buruh PT. Hockinda Citra Lestara.

Dari pantauan dilapangan ternyata Perusahan PT. HOCK (HOCKINDA CITRA LESTARI) seperti pergudangan yang tidak memiliki Pamplet tanda nama perusahaan yang menandakan PT. Hock merupakan pembuat Kompor Minyak, Kompor Gas dan Tengki Penyimpanan Air untuk rumah tangga dan Gedung-gedung yang terbuat dari Stenlis Stell (Hockinda Citra Lestari).

Inilah Petikan dari orasi Buruh yang disampaikan oleh Eben yang bernaung di GSBI (Gabungan Serikat Buruh Independen) pada hari Senin 15 September 2014.

1) PT- Hockinda Citra Lestari mempekerjakan sekitar 1000-an tenaga kerja dengan Usia rata-rata 20 tahun hingga 24 tahun dan hanya sedikit yang berusia 30-an tahun, dengan persentasi 80% perempuan dan 20% laki-laki. Dari seluruh total pekerja, 30% diantaranya berstatus Nikah dan selebihnya lajang. Latar belakang asal daerah pekerja, 90% perantauan dari daerah-daerah tertinggal di Provinsi Sumatera Utara dan pada umumnya mereka menjadi tulang punggung untuk menghidupi keluarganya dikampung, yang dikarenakan status ekonomi mereka yang berasal dari anak Buruh Tani, Petani Miskin, Tukang Becak, Tukang Bagunan dan Kuli Lepas, Buruh Pabrik dan Kebun, serta lainnya. Para buruh berdatangan dari daerah : Kabupaten Papak Barat, Kabupaten Dairi, Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tarutung, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan, bahkan ada yang dari Padang serta Riau. Penindasan yang begitu berat dan panjang, menempah kesedaran seratusan buruh PT. Hockinda Citra Lestari yang beralamat di Jalan Orde Baru No. 6A Dusun XI, Km-12,5 Sunggal — Deli Serdang, untuk merapatkan barisan.

Puncaknya mogok kerja tersebut terjadi dimulai tanggal 11 Juni 2014, yang dilatar belakangi atas PHK semena-mena Sdr. Muhammad Yusuf yang bekerja sejak tahun 2006 dan di PHK dengan alasan Habis Kontrak Kerja pada tanggl 06 Juni 2014. Penyebab Mogok Kerja bukan karena alasan PHK saja, sebenarnya PT. Hockinda Citra Lestari menyimpan peristiwa-peristiwa pelanggaran Perundang-Undangan yang berlaku dan Hak Azasi Manusia (HAM), diantaranya:

• Mempekerjakan 800-an buruh out sourching (PKWT) tidak sesuai pada tempatnya;

• Upah hanya di bayar sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp. 1.505.000,- yang seharusnya dibayar sesuai dengan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Deli Serdang Tahun 2014 sebesar Rp. 1.962.000,-. Walaupun begitu para buruh sangat jarang mendapatkan Upah sebesar Rp. 1.505.000 tersebut meskipun bekerja full selama sebulan. Penyebabnya, pihak pengurus Serikat Kerja Hockinda Citra Lestari (SKHOCI) selalu melakukan pemotongan upah berkisar Rp. 50.000,- Rp. 30.000,- setiap bulannya, tanpa melakukan penjelasan alasan pemotongan. Sering kali para buruh beniat untuk mempertanyakan hal tersebut ke pihak SKHOCI, tetapi para buruh tidak berani mempertanyakannya karena bayang-bayang PHK akan mengancam status para buruh.

• Bertahun-tahun kerja tidak pernah mendapatkan Program Jamsostek atau BPJS. Terkecuali untuk buruh dibagian Tehknisi dan buruh tetap (PKWTT).

• Kecelakaan saat kerja, putus jari atau terluka, Bukan santunan kecelakaan kerja yang didapat buruh, malah 2 hari kemudian dipaksa untuk mengundurkan diri dari perusahaan.

• Disaat kerja tidak boleh berbicara, ketawa atau lebih dari 3 (tiga) kali ke Toilet, jika ketahuan maka akan diberikan Surat Peringatan.

• Segala macam cuti tidak pernah diberlakukan bagi buruh yang dianggap out sourching (PKWT). Termasuk juga libur resmi dari pemerintah, upah tidak dibayar.

• Masuk kerja harus sudah sampai di perusahaan pada pukul 07.45.wib, jika terlambat tidak diperbolehkan masuk kerja dan dianggap mangkir kerja. Perusahaan tidak pernah menerima alasan apapun, baik itu karena lalu lintas macet atau sepeda motor rusak di jalan.

• THR diberikan bervariasi bagi buruh Out Sourching (PKWT) dan mayoritas buruh hanya mendapatkan parsel berupa ; tepung 1 Kg, Gula 1 Kg, Roti 1 Kaleng, Sirup 3 botol. Pop Mie 1 bungkus. Sementara buruh Out Sourcing (PKWT) lainnya, hanya mendapatkan THR sebagian kecil sebesar Rp. 1.000.000, - Rp. 500,000,- dan Rp. 300.000,-.

• Setiap gajian, pemotongan upah bagi buruh sering dilakukan oleh Serikat Karyawan Hokinda Citra Lestari (SKHOCI). Nominalnya dari mulai Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 30.000,- bulan . Penjelasan pemotongan tidak pernah dilakukan dan jika diprotes maka bisa di PHK. Mogok kerja yang dilancarkan pada tanggaj 11 Juni 2014, mampu mendorong pihak PT. Hockinda Citra Lestari untuk membuat Surat Pernyataan dan Perjanjian Bersama atas pengabulan tuntutan para buruh. Surat pernyataan dan Perjanjian Bersama tersebut ditandatangani oleh Bapak Ali Johan selaku Legal perusahaan

Seiring waktu, ternyata Surat Pernyataan dan Perjanjian Bersama tersebut tidak dilaksanakan secara konsisten oleh pihak perusahaan. Bahwa Saudara Muhammad Yususf yang di PHK pada tanggal 06 Juni 2014 tidak diterima bekeria kembali. Oleh karena itu, maka pada tanggal 18 Juni 2014 para buruh melakukan Mogok Kerja spontan.

Mogok kerja ini pun mampu mendorong pihak PT. Hockinda Citra Lestari pada tanggal 23 Juni 2014 membuat Surat Pernyataan Pengabulan Tuntutan para buruh untuk kedua (2) kalinya dan ditandatangani oleh Bapak Sugimin selaku Direktur Operasional PT. Hockinda Citra Lestari, dihadapan Bapak Fran Bagun selaku Pengawai Pengawas dan Bapak Raijon selaku Mediator Hubungan Industrial Disnakertrans Provinsi Sumatera Utara. Lagi-lagi pihak PT- Hockinda Citra Lestari tidak konsisten melaksanakan isi dari Surat Pernyataan tersebut.

Tuntutan para buruh yang melakukan Mogok Kerja pada Tanggal 11-13 Juni 2014 dan Tanggal 18-23 Juni 2014 hanya sebatas Upah saja yang dipenuhi, yaitu buruh hanya mendapatkan Upah sebesar Rp. 1.800.000/bulan dari upah yang biasa diterima sebesar Rp. 1.505.000/bulan, padahal tuntutan buruh adalah kenaikkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Deli Serdang Tahun 2014, sebesar Rp. 1.962.000/bulan.

Sementara status Kerja Out Sourching (PKWT) dan Hak-Hak Normatif lainnya, pihak perusahaan tidak: mau memenuhinya. Perdebatan dan perselisihan antara Tim Delegasi Buruh dan Pihak perusahaan pun terjadi, sehingga perusahaan melakukan tindakkan serampangan dan mem-PHK buruh sejak tanggal 30 Juni 2014 sampai dengan

Tanggal 16 Juli 2014 sebanyak 157 orang dengan alasan Habis Masa Kerja Kontrak (PKWT). Semua orang tau, pihak perusahaan tau, pegawai Disnakertrans Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Deli Serdang juga tau, bahwa Proses Pemeriksaan Penempatan Tenagakerja PKWT di PT. Hockinda Citra Lestari sedang diproses hukum dan belum mengeluarkan putusan. Tetapi pihak perusahaan tidak menghargai proses hukum tersebut, malah setiap hari melakukan PHK sebanyak 15 orang sampai dengan 40 orang. Sudah Berapakali pihak FTP. SBME-GSBI PT. Hockinda Citra Lestari selaku Organisasi Buruh yang sudah terdaftar di Kantor Dinas tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Deli serdang, menyurati pihak perusahaan untuk menghentikan PHK sepihak tersebut, namun pihak perusahaan tidak pernah mau menerima surat-surat peringatan itu.

Rasa kecewa itulah yang mendorong para buruh yang di PHK untuk melakukan Unjuk Rasa yang dimulai dari tanggal 17 Juli 2014 hingga selesai. Dengan tuntutan (1). Hentikan PHK Semena-mena yang tidak sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku; (2). Pekerjakan kembali Sdr. M.Yusuf dan ke 156 buruh yang di PHK sejak tanggal 03 Juli 2014; (3). Berikan pembayaran upah seSama proses PHK sepihak yang terjadi terhadap Sdr. Muhammad Yusuf dan ke 156 buruh yang di PHK; (4). Berikan Pembayaran THR 1 bulan upah sesuai dengan UMSK Deli Serdang tahun 2014 bagi Sdr. Muhammad Yusuf dan ke 156 buruh yang di PHK; (5). Laksanakan Pembayaran Kekurangan Upah sejak 2 (dua) Tahun Terakhir, dari Januari 2013 s/d Juni 2014; (6). Laksanakan secara konsisten Hasil Perjanjian Bersama dan Surat Pernyataan tentang ketenagakeriaan, yang dibuat pada tanggal 13 Juni 2014 dan tanggal 23 Juni 2014 oleh Bapak Ali Johan selaku pihak Legal dan Bapak Sugimin selaku Direktur Operasional PT. Hockinda Citra Lestari.

Diantaranya adalah; (1). Kenaikkan Upah sesuai dengn UMSK Deli Serdang tahun 2014 sebesar Rp. 1.962.000,/bulan; (2) .Hapuskan Sistim Kerja Out Sourching (PKWT) dan Tetapkan Status Buruh Out Sourching (PKWT) menjadi buruh tetap (PKWTT); (3) Tidak ada lagi PHK Semena-mena; (4) . Pembayaran THR akan diberikan 1 bulan upah sesuai dengan UMSK Dell Serdang Tahun 2014, sebesar Rp. 1.962.000; (5) Pelaksanaan Pendaftaran Program BPJS bagi seluruh buruh; (6) Serta melaksanakan ketentuan Hak-Hak Normatif (Cuti, Upah Hari Libur Resmi, Upah lembur dan lain sebagainya); (7). Berikan Upah Bonus Sakit untuk buruh dibagian Tehknisi dan Operator yang dihapuskan karena Peristiwa Mogok Kerja pada Tanggal 11 Juni dan Tanggal 18 Juli 2014; (8) Berikan Slip Gaji; (9) Hentikan Diskriminasi dan PHK terhadap buruh PT. Hockinda Citra Lestari yang melakukan mogok kerja.

Mogok Kerja Pada Tanggal 17 Juli 2014 Mogok kerja pada tanggal 17 Juli 2014 dilakukan oleh buruh yang di PHK sejak tanggal 30 Juni sampai dengan 16 Juli 2014, yang berjumlah sekitar 157 orang. Mogok kerja dilakukan didepan Pabrik, dari pukuJ 09.00.wib dan berakhir pada 15.00.wib. sekitar pukul 14.30.wib, sekitar 500 buruh dikeluarkan dari pabrik- 500 buruh tersebut akhirnya bergabung dengan buruh yang di PHK. Alasan buruh keluar dari pabrik, karena pihak perusahaan mengatakan "Bahwa buruh yang bergabung dalam keanggotaan SKHOCI akan diberi Surprise (keJutan)". Ungkapan tersebut membuat 500-an buruh yang lagi istirahat dikantin dalam pabrik yang tidak tergabung dalam organisasi SKHOCI penasaran, sehingga mereka berkumpul dan tidak mau kembali kebagian kerja masing-masing. Akhirnya pada pukul 14.00-wib, Bapak Subroto selaku penasehat hukum pihak perusahaan, memerintahkan satpam untuk mengusir ke 500-an buruh agar keluar dari lingkungan perusahaan.

Sekitar pukul 18.00.wib, Surprise (kejutan) yang disampaikan oleh Pengurus SKHOCI direalisasikan, ternyata pihak perusahaan merealisasikan THR kepada 200-an buruh yang tergabung didalam anggota SKHOCI. THR tersebut bervariasi, muiai dari Rp. 1.800.000,- s/d Rp. 300.000,-.

Mogok Kerja Pada Tanggal 18 Juli 2014 Mogok kerja pada tanggal 18 Juli ini, jumlah Massa yang mogok berkisar 650 orang. Sekitar pukul 11.00wib, pihak Pengawai Pengawas yang diwakil oleh Bapak Fran Bangun dan Bapak Raijon selaku Mediator Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara, datang ke PT. Hockinda Citra Lestari untuk melakukan mediasi dan menyelesaikan perselisihan yang terjadi. Dalam Mediasi tersebut, Bapak Sugimin selaku Direktur Operasional PT. Hockinda Citra Lestari, mengatakan tidak bersedia menerima ke 650 buruh yang mogok untuk bekerja kembali dan ke 650 buruh tersebut dinyatakan PHK. Hingga kini buruh yang mogok belum mendapatkan kejelasan THR dan Upah yang belum dibayar oleh pihak perusahaan. (Sumber Tarmizi Musbar)

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas