PMII Sumut Desak Copot dan Tangkap Plt Bupati Tapteng

Senin, 26 Januari 2015

ZOEL75

Hukum

Dibaca: 1126 kali

MEDAN (Barani-news) – Adanya dugaan keterlibatan dalam sejumlah kasus korupsi dan suap seharusnya menjadi penilaian bagi Gubernur Sumut, Gatot Pujonugroho agar segera memberhentikan Sukron Jamilan Tanjung sebagai Plt Bupati Tapteng dan begitu pula kepada kepolisian untuk segera melakukan penahanan. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PKC PMII) Sumatera Utara, Darwin Sipahutar kepada wartawan melalui pesan singkatnya, Senin (26/01/2015) “Terlebih lagi sebelumnya, Plt Bupati Tapteng sudah pernah ditahan karena melakukan penipuan kepada PNS, dalam kasus lain adanya dugaan korupsi dalam pembangunan Museum Barus Raya yang sampai saat ini kasusnya masih dalam penyidikan di Kejatisu,”ujar Darwin. Adapun dua kasus besar yang membelenggu Plt Bupati Tapteng, Syukran Jamilan Tanjung, yakni dugaan penyalahgunaan uang pembangunan Museum ini sebesara Rp. 1,15 Miliar yang bersumber dari dana hibah Pempropsu dan APBD tapteng serta penyalahgunaan jabatan dalam melakukan penipuan kepada calon Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sebesar Rp 35 Juta. Maka dari itu kita mendesak dan meminta Polda dan kejatisu agar memproses serta menangkap Plt. Bupati Tapteng secepatnya, kalau kasus ini dibiarkan saja maka bisa kita bayangkan berapa banyak lagi uang negara yang dimakan oleh Plt. Bupati Tapteng dan kroninya dalam pembangunan Museum ini. Terlebih lagi dalam kasus penipuan dua bidan PTT dikabarkan pihak kepolisian telah menetapkan Syukran menjadi tersangka. Untuk itulah Darwin mendesak agar Plt Bupati Tapteng dilakukan penahanan. Desakan ini kami yakini bukan yang pertama, banyak sudah elemen yang mendesak agar Sukron Jamilan Tanjung segera ditangkap, namun sampai saat ini sukron bebas seperti tidak berdosa. Oleh karenanya lah desakan untuk sesegara mungkin menangkap Sukron Jamilan Tanjung ini sebagai bentuk kesadaran agar aparat penegak hukum tidak main mata dalam menindak lanjuti kasus Plt. Bupati Tapteng tersebut. Dikabarkan sebelumnya, Poldasu telah melakukan gelar perkara kasus penipuan yang diduga dilakukan Plt Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Syukran Jamilan Tanjung. Dimana penyidik akhirnya menetapkan sebagai tersangka. “Dari gelar perkara, ada kesimpulan bahwa Plt Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung layak dijadikan tersangka. Artinya, statusnya ditingkatkan menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf, Jumat (23/1/2015). DNA melaporkan “Awalnya petugas menjerat Sukran Jamilan Tanjung dengan dua pasal yaitu, pasal 378 tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan, tapi hanya 1 pasal yang dinilai layak menjadikan terlapor sebagai tersangka yaitu Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, “tegasnya sembari menyebutkan, penyidik akan memanggil Plt Bupati Tapteng setelah memenuhi persyaratan sebagaimana pemanggilan kepala daerah. Kasus ini bermula dari laporan 2 orang wanita Sumiyati Daeng dan Yusnidar Laoli ke Polda Sumut, Kamis (11/9/2014) lalu. Terkait laporan itu, Poldasu melalui Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Poldasu melakukan penyelidikan. Sebanyak 10 orang saksi diantaranya Togi Siahaan, Jonson Hutabarat, Hamdani Lubis, Firman Markus Nduru, Josep Edwin Hutabarat, Fredy L Situmeang, Herbin JP Gea dan Sukran Jamilan Tanjung. Begitu juga dengan barang bukti dan slip penyetoran uang, sudah disita Polisi. Kedua korban mengadukan adanya dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dimana Sukran meminta uang Rp 35 juta pada korban dengan iming-iming bisa dijadikan sebagai Bidan PTT di Tapteng. Kemudian, Sumiayati Daeng memberikan uang 35 juta secara langsung kepada wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), yakni H. Sukran Jamilan Tanjung di Hotel WI Tapteng pada 28 Januari 2013. Sementara Yusnidar Laoli yang juga menjadi korban menyerahkan uang 35 juta di Hotel Bumi Asih (Tapteng) pada 28 Desember 2012. “Saya dikenali oleh teman bernama Marisi Br Tamba, dari situ langsung dikenali pada Jonson Hutabarat lalu dikenali pada ajudan wakil Bupati, Hamdan Lubis dan akhirnya ketemu dengan wakil Bupati Tapteng” ungkapnya. sdw-bn75

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas