G-RESOURCES MARTABE GOLD MINE BATANG TORU

Selasa, 24 Maret 2015

Endy

Artikel

Dibaca: 2350 kali

Sejak 2009, G- Resources, perusahaan yang berpusat di Hongkong dan memegang 95 % Saham mayoritas PT Agincourt Resources- Tambang Emas Martabe dan sebesar 5 % dimiliki oleh PT Artha Nugraha Agung (ANA).

Perusahaan yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara sedikit banyaknya mengalami kemajuan.

Tambang Emas Martabe adalah tambang emas kelas Dunia pertama yang berproduksi di Sumatera Utara. Lokasi yang strategis dan dekat dengan fasilitas infrastruktur utama.

Tambang Emas Martabe berdampingan dengan jalan lintas sumatera, 40 Km dari Pelabuhan Sibolga, 25 km dari Bandara Piangsori yang memiliki askses penerbangan harian langsung ke jakarta dan medan, 350 Km dari kota terbesar Indonesia yaitu Kota Medan dan memiliki infratstruktur komunikasi dengna pasokan air yang lancar dan akses ke para tenaga ahli dan profesional di bidang teknik dan pertambangan Indonesia.

Tambang Emas Martabe berada dalam zona termineralisasi sangat prospektif dengan potensi usia tambang selama 50 tahun. Martabe meliputi area seluas 30 Km² yang masuk dalam area wilayah Kotnrak Karya Generasi VI seluas 1.639 Km², membentang dari kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal sampai ke Kota Sidimpuan.

Aktivitas penermbangan saat ini berlangsung Pit Purnama yang berlokasi di Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Tengah. Tambang Emas Martabe memiliki kapasitas operasi menambang dan mengelolah 4,5 juta Ton per Tahun yang menghasilkan sekitar 250.000 ounce emas dan 2 juta ounce perak per tahun. Operasi tambang fokus pada pencapaian optimal dan identifikasi peluang masa depan untuk perkembangan lebih lanjut.

Meskipun Tambang emas Martabe termasuk pemain baru di industri pertambangan emas di Indonesia saat ini telah berhasil mengelola pembiayaan dan menghadirkan kontribusi signifikan bagi Indonesia.

Tambang emas Martabe juga diakui sebagai investasi kunci dalam program pemerintah 15 Tahun dengan masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI)

G- Resources, perusahaan yang berpusat di Hongkong dan memegang 95 % Saham mayoritas PT Agincourt Resources- Tambang Emas Martabe dan sebesar 5 % dimiliki oleh PT Artha Nugraha Agung (ANA) berkomitmien untuk mengutamakan kesehatan, keselamatan dan keamanan dalam operasi sehari-hari dan terus membuktikan posisi Martabe sebagai salah satu tambang emas terkemuka di Asia.

Gaya kepemimpinan yang sensitif terhadap budaya serta tekn terhadap pelatihan dan pengembangan tenaga kerja telah membuahkan keselamatan dan keamanan kinerja yang baik. Kementrian Energi di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono pernah menganugrahkan Penghargaan Utama bersimbol Perak di Bidang Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara di tahun 2014 yang dinilai berhasil menekan angka kecelakaan kerja di Tahun 2013.

Koordinasi yang selalu dilakukan oleh G- Resources, perusahaan yang berpusat di Hongkong dan memegang 95 % Saham mayoritas PT Agincourt Resources- Tambang Emas Martabe dan sebesar 5 % dimiliki oleh PT Artha Nugraha Agung (ANA) menjadikan peluang menguntungkan, yang menjadikan Tambang Emas Martaba menjadi bisnis lokal yang dihargai dan dipercaya.

Pemangku kepentingan lokal dapat melihat bahwa Pihak Tambang Emas Martabe telah membuat komitmen jangka panjang untuk mempercepat pembangunan lokal dan regional yang berkelanjutan ; bahwa anak cucu dari keluarga mereka akan memperoleh keuntungan dari tambang ini.

Komitmen Tambang Emas Martabae yang terus menjalakan program hubungan komunikasi. Masyarakat secara aktif yang perpokus pada pembentukan lembaga komunikasi masyarakat martabe, prokgram penjangkauan masyarkat.

Pengembangan bisnis lokal merupakan yang termasuk dalam program dari Tambang emas martabe yang mana saat ini telah mendirikan kelompok usaha bersama yang terdiri yang bergerak di bidang Rumah Kue, Kelompok pemuda perikanan data, kelompok Wanita Tani, Kemitraan saling menguntungkan dengan para pemasok dan kontraktor lokal.

Dibidang kesehatan dan pendidikan pihak Tambang Emas Martabe juga melakukan pengembangan Taman Bacaan Anak di 10 Desa yang berada di sekitar tambang, juga pernah melakukan rehabilitasi bangunan sekolah, pengembangan kapasitas pada kader kesehatan dan bidan desa juga melakukan pengobatan gratis, serta memberikan bantuan fasilitas ambulan dan peralatan kesehatan juga fasilitas pendidikan.

Infrastruktur pembangunan masjid raya terbesar di Tapanuli Selatan yang berlokasi di Kecamatan Muara Batang Toru, jembatan gantung, instalasi bronjong di Sungai Batangtoru, pembetonan jalan dan pemipaan air bersih bagi masyarakat juga dilakukan oleh Tambang emas Martabe.

Operasi Tambang emas Martabe yang tunduk pada berbagai hukum dan peraturan di Indonesia perkait perlindungan lingkungan dan rehabiltasi lingkungan menerapkan berbagai langkah dalam operasi sehubungan dengan perlindungan lingkungan yang sesuai dengan perlindungna lingkungan sesuai dengan praktik terbaik dan standar internasional.

Melalui ini semua Tambang Emas Martabe berkonsisten memastikan seluruh operasi penambangan aman, sumber daya diekraksi secara efisien, lingkungan dilindungi dan rhabilitasi mencapai hasi yang stabil dan memuaskan. 

Pihak Tambang Emas Martabe juga melakukan Program pemantauan kualitas udara, tanah, air, biota air, flora dan fauna, hujan, serta cuaca terus dijalankan sebagai indikator untuk mengidentifikasi langakah pengontrolan dampak diarea operasi Kegiatan konservasi antara lain dapat diwujudkan dengan pemantauan konsumsi energi di semua area kerja dengan menerapkan larangan berburu dan memelihara satwa liar demi menyelamatkan hewan yang melintas di area operasi, serta melakukan pengembangbiakan tanaman lokal seperti simarbaliding, jontik-jontik, baringin, hambang-hambang dan sebagainya.

Hingga Agustus 2014 luas lahan yang telah direklamasi dengna tanaman cepat tumbuh sekirat 40 hekter dan yang direklamasi dengan tanaman keras 8 hektar dan hinga Mei 2014 lahan yang telah dimanfaatkan seluas 344,2 hektar dari total 426,46 hektar yang telah disetujui AMDAL.

Dalam pengelolaan sisa Air proses yang telah dibersihkan dan dimurnikan dalam instalasi pemurnian air yang kemudian di alirkan ke Sungai Batangtoru dan dipantau kualitasnya secara berkala.

Hasil tes laboratorium menunjukkan kualitas air sisa proses telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan atau kegiatan pertambangan biji Emas dan Tembaga.

Pihak Tambang emas Martabe memiliki Komikmen selalu berupaya menjadi perusahaan yang Great dalam beroperasi dan berhubungan dengan masyarkat

Kesimpulan yang didapat diambil adalah bahwa G-Resource Martabe Gold Mine memiliki Komoditi Perak yang bersumber daya 8,1 Juta ounce emas dan 73,8 juta ounce perak.

Dengan cadangan 3 juta ounce emas dan 31,9 juta ounce perak dengan status usaha produksi – penuangan emas pertama pada 24 juli 2012 memiliki target produksi 250.000 ounce emas dan 2 juta ounce perak pertahun.

Pertambangan Martabe juga memiliki Metode Pengolahan pengoperasian tambang, crush, SAG/ Ball mill, carbon-in-;each dan produk akhir batangan emas campur perak (dore) murnikan menjadi emas dan perak murni dilogam mulia, anak perusahaan PT Aneka Tambang, Tbk

Pada Tahun 2014 Perusahaan Tambang Emas Martabe memiliki tenaga kerja dengan jumlah 2.500 karyawan, lebih dari 07 % warga Indonesia dan 65 % direkrut dari Tapanuli Selatan dan Sumatera Utara.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas