KURANG LEBIH 45 KEPALA KELUARGA LINGKUNGAN IV (VIII) KELURAHAN SARI REJO DIRAMPAS HAK TANAHNYA.

Kamis, 11 Juni 2015

Administrator

Hukum

Dibaca: 1516 kali

KURANG LEBIH 45 KEPALA KELUARGA LINGKUNGAN IV (VIII) KELURAHAN SARI REJO DIRAMPAS HAK TANAHNYA.

Barani-News. (Medan Polonia)

Dalam beberapa bulan terakhir ini Presidium Pusat Komisariat Wilayah Sumatera Utara yang dipimpin oleh Marlian Rusni, SH selalu mendampingi beberapa kepala keluarga guna mendapatkan kembali tanah yang dihibahkan oleh Saudara Syamsudin.

Pada hari SH Rabu, 10 /06/2015 Marlian Rusni, SH kembali mendatangi beberapa orang Kepala Keluarga Masyarakat Lingkungan VIII yang dahulunya dikenal dengan Lingkungan IV Kelurahan Sari Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

Sejarah dari Keluarga Masyarakat mendapat miliki Lahan itu dari adanya Hibah Tanah yang dilakukan Syamsudin berdasarkan Surat Keterangan Pemerintahan Daerah Tingkat II Medan Kelurahan Sarirejo Kecamatan Medan Poloni Nomor : 594/085/SK/SR/VII/1999 tanggal 20 Juli 1999 yang Syahkan oleh Camat Medan Polonia dengan Nomor : 594/143/SK/MP/1999 tanggal 16 Agustus Tahun 1999 seluas 5669 M² menurut keterangan dari Marlian Rusni, SH

Beliau mengatakan Untuk membela hak ± 45 kepala keluarga Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia yang merasa di Rampas Haknya. Marlian Rusni, SH menunjukkan Surat Kuasa dari Syamsudin dan Foto copy Surat Keterangan Pemerintahan Daerah Tingkat II Medan Kelurahan Sarirejo Kecamatan Medan Poloni kepada Team Media.

Beliau mengatakan bahwa permasalahan perampasan hak tanah masyarakat yang diduga dilakukan oleh oknum TNI AU (Paskas) Medan merupakan tindakan melanggar hukum, apalagi jika sampai melakukan intimidasi terhadap beberapa kepala keluarga tersebut. ujarnya

Kira-kira jam 16.00 Wib Marlian Rusni, SH dari Presidium Pusat Komisariat Wilayah Sumatera Utara tersebut mengajak beberapa kepala keluarga yang telah dirampas hak tanahnya untuk menunjukkan lokasi tanah yang diduga rampas.

Sewaktu menunjukkan dan melakukan pematokan lokasi oleh salah seorang kepala keluarga untuk mengetahui batas tanah tersebut Marlian Rusni, SH dan beberapa kepala keluarga di datangi oleh beberapa orang Oknum berpakaian TNI AU (Paskas) Medan.

Oknum berpakaian TNI AU (Paskas) Medan tersebut menanyakan maksud kedatangan karna merasa mengganggu pekerjaan pembangunan sembari meminta untuk menunjukkan dan memfoto dengan kamera Identitas dari Marlian Rusni, SH dan Redaktur Indofokus Nasional Sumatera Utara.

Marlian Rusni, SH menjelaskan maksud kedatangannya kepada beberapa orang Oknum berpakaian TNI AU (Paskas) Medan tersebut guna melihat batas tanah yang menurut telah di ambil.

merasa tidak senang atas keterangan dari Marlian Rusni, SH tersebut salah seorang Oknum TNI AU (Paskas) Medan itu mengatakan Ini adalah Tanah TNI AU dan atas dasar apa Ibu mengatakan bahwa ini adalah tanah masyarakat,

Marlian Rusni menunjukkan foto copy Surat dan berharap bertemu dengan salah seorang Oknum TNI AU yang pernah berjanji melalui telepon seluler untuk bertemu, tetapi yang bersangkutan di hubungi oleh Oknum TNI AU (Paskas) mengatakan lagi tidak ada ditempat.

Sempat terjadi perdebatan antara Marlian Rusni, SH dengan salah seorang Oknum TNI AU (Paskas) Medan tersebut tentang pencabutan patok tanah yang telah dilakukan oleh beberapa masyarakat tersebut.

Perdebatan redah setelah seorang Oknum TNI AU (Paskas) Medan menyarankan agar seluruh kepala keluarga yang memiliki surat tanah tersebut mendatangi dan melakukan mediasasi dengan Komandan Lanud Medan, karna Oknum TNI AU tersebut hanya diperintahkan menjalankan tugas. tutur salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada Barani-News.com

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas