PATIMAR Br. HASUGIAN SEORANG CALO PENGURUSAN SURAT SERTIPIKAT TANAH YANG TELAH BANYAK DICARI ORANG AKHIRNYA BERHASIL DIPANCING KELUAR DARI TEMPAT PERSEMBUNYIANNYA

BARANI-NEWS

Suasana Tenang tiba-tiba menjadi Ramai, ini terjadi di Jl. Enggang 7 No. 203 Perumnas Mandala Kabupaten Deli Serdang – Sumatera Utara tepatnya di Rumah DJ. Simanjuntak, (19 Mei 2016)

Saat tiga orang yang tidak mau disebutkan namanya dan telah dirugikan oleh Patimar Hasugian warga Perumnas Simalingkar berhasil dibawa dari Tempat Persembunyian di Kontrakan belakang Ukup Tarkam didepan Galon Minyak Pelangi Jl. Jamin Ginting Medan yang langsung diketahui oleh Kepala Lingkungan tempat Patirma Hasugian tercatat sebagai Warga Negara Indonesia.

Patimar Hasugian atau dikenal dengan Mak Buyung, merupakan warga Jl. Kemiri Raya IV No. 3 Kec. Pancur Batu Kab. Deli Serdang berprofesi sebagai Rekanan beberapa Notaris di kota Medan, Deli Serdang hingga Langkat profesi tersebut sudah digelutinya sebagai calo dalam Pengurus Sertipikat Tanah.

Mengetahui bahwa Patimar Hasugian telah berhasil di Pancing Keluar dari tempat persembunyiannya oleh ketiga orang tersebut dan telah di bawa ke Jl. Enggang 7 No. 203 Perumnas Mandala, pada jam 15.00 Wib, lebih dari 11 orang masyarakat yang merasa telah dirugikan oleh Patimar Hasugian dalam pengurusan Bea Balik Nama Sertipikat Tanah dan Pengurusan Sertipikat Baru berbondong – bondong ketempat lokasi.

Para Korban meminta pertanggung jawaban Patimar Siagian hingga membuat warga Jl. Enggang 7 bertanya tanya dan membuat suasana jadi ramai.

Menurut penuturan beberapa korban kepada Media Online Barani-News mengatakan bahwa mereka mengurus Bea Balik Nama Sertipikat Tanah dan telah memberikan sertipikat asli serta telah melunasi biayanya, tetapi sampai saat ini belum juga kunjung selesai dikerjakan Patimar Br. Hasugian

Ada juga korban yang mengatakan bahwa ada mengurus 3 pembuatan sertpikiat ditahun 2013 pada Patirmar Hasugian dan telah membayar lunas biaya sertipikat itu sebanyak puluhan juta kepada tetapi hingga sekarang belum juga selesai satupun dari ketigi sertipikat Tanah tersebut.

Banyaknya orang yang mencari Patimar Hasugian dan masuk ke Rumah DJ. Simanjuntak yang menginginkan agar membawa Penipu dan Penggelapan uang itu ke Kantor Polisi, membuat salahseorang mayarakat setempat akhirnya memanggil Kepala Lingkungan diwilayah tersebut.

Sesampai dirumah DJ. Simanjutak, Kepala Lingkungan setempat menanyakan Patimar dan mengajak para Korban Penipuan untuk musyawarah tetapi para korban tetap menolak dan mengatakan agar permasalah yang menimpah mereka itu di selesaikan di Kantor Polsek Sei Tuan saja, karena beberapa korban diduga ada juga orang lain yang bekerjasama dengan Patirmar Hasugian.

Mendengar permintaan para Korban dugaan Penipuan dan Penggelapan tersebut, Kepala Lingkungan menghubungi Pospol yang ada di Perumnas Mandala dan akhirnya Anggota Pospol datang lalu membawa Patimar Hasugian ke Polsek Percut Sei Tuan bersama para korban untuk melakukan pelaporan sesuai keinginan para korban.

Sesampainya di kantor Polisi Sektor Percut Sei Tuan Patimar Hasugian dan Para Korban melaporkan kejadian yang menimpa mereka, dari Pantauan Media Online Barani News, oleh Anggota Polisi Polsek Percut Sei Tuan yang Piket pada saat itu menerima para korban dan menganjurkan agar 1 orang saja yang melapor dan yang lainnya dibuat sebagai saksi saja.

Pada Pukul 19.00 Wib Pihak Kepolisian Percut Sei Tuan mulai membuat Surat Tanda Terima Laporan Polisi dengan nomor STTLP/1342/V/2016/SPKT PERCUT dan memberikan kepada para korban sebagai bukti laporan telah diterima.

Dalam Surat Laporan tersebut AIPTU R. SIANIPAR menuturkan bahwa Pada Tanggal 05 April 2016 sekira pulul 15.00 Wib telah terjadi tindak pidana Penipuan dan atau penggelapan di TKP kerugian dari Kesebelas orang ditaksir Rp. 87.500.000,- yang dilakukan PATIMAR HASUGIAN atas kejadian tersebut Polsek Percut Sei Tuan akan melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas