PARTANGIANGAN BONATAON DAN KEBAKTIAN PADANG PUNGUAN POMPARAN RAJA PARJALANG SIBARANI ANAK, BORU, BERE & IBEBERE SE-KOTA MEDAN 11 FEBRUARI 2018.

Selasa, 13 Februari 2018

Administrator

Artikel

Dibaca: 1301 kali

Barani-News

Partangiangan Bona Taon 2018 dan Kebaktian Padang Punguan Pomparan Raja Parjalang Sibarani Anak, Boru, Bere & Ibebere Se-Kota Medan ini adalah acara ibadah keagamaan di awal tahun 2018 yang bertujuan memuji, mendengarkan firman dan menjalankan perintah Tuhan di Alam Terbuka (Kebaktian Padang) bertempat di Pemandian Ojolali – Namorambe yang mengambil Tema dari Heber 10:24 Masiantoan ma hita, masipajujuan tu haholongon dohot tu angka ulaon na denggan! dan Sub Tema masi urupan ma hita sama hita di bagasan holong nasian Tuhan i di tonga tonga ni Punguan Pomparan Raja Parjalang Sibarani, Anak, Boru, Bere & Ibebere.

Dalam Kotbahnya Ibu Pdt Br. Sitorus mengambil tema dari AlKitab Indonesia, Ibrani 10 ayat 24 yang isinya “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik” atau Bibel Bahasa Batak Heber 10 ayat 24 Masiantoan ma hita, masipajujuan tu haholongon dohot tu angka ulaon na denggan.

inti dari kotbah tersebut beliau mengatakan “karena kita merasa membutuhkan orang lain dan karena kita merasa kita tidak bisa hidup sendirian.

Beliau juga menambahkan bahwa peran Gereja dalam Tri Tugas Panggilan Gereja yang salah satunya adalah Kononia selain Diakonia dan Marturia.

Didalam akhir kotbahnya beliau mengatakan keluarga yang indah itu akan terbentuk apabila kita saling bersekutu dan menopang satu dengan yang lain dan kemudian menutup kotbah tersebut dengan doa.

Setelah itu Bapak Sahat Sibarani selaku Ketua Panitia Acara Partangiangan Bonataon dan Kebaktian Padang Punguan Pomparan Raja Parjalang Sibarani Anak, Boru, Bere dan Ibebere dalam kata sambutannya mengatakan “marilah kita bersama-sama untuk saling membantu seperti Tema dari acara kebaktian padang ini yang dimulai dari keluarga kecil, dan inilah kita keluarga Punguan Pomparan Raja Parjalang Sibarani, Anak, Boru, Bere dan Ibebere Se-Kota Medan yang hadir saat ini, walaupun masih ada keluarga dari punguan kita ini yang belum bisa hadir dikarenakan situasi dan kegiatan mereka.

Dalam akhir sambutannya beliau juga mengatakan bahwa acara ini telah kita rancang dari empat bulan yang lalu, adapun tujuan acara ini dibuat agar kita saling mengenal seluruh Garis Keturunan Raja Parjalang Sibarani Anak, Boru, Bere dan Ibebere Se-Kota Medan.

Ketua BPH Punguan Pomparan Raja Parjalang Sibarani Anak, Boru, Bere & Ibebere Se-Kota Medan Bapak Jonson Sibarani (Op. Jeremy Sibarani) yang juga menjabat sebagai Ketua Partano Nai Borngin Se-Kota Medan serta ikut menjadi Dewan Penasehat Sibarani Kota Medan dalam Sambutannya mengatakan diawal kata sambutannya ”Bahwa acara ini sangat berkesan dan berjalan seperti yang diharapkan dan beliau juga berterima kasih kepada semua Anggota dan keluarga yang dapat hadir dalam Kebaktian Padang ini.

Beliau memberi informasi bahwa saat ini sudah terpilih masuk 7 orang menjadi pengurus dari Pomparan Raja Parjalang untuk melaksanakan kegiatan PORSIB (Pomparan Raja Sibarani) Wilayah Medan.

bawah kita tidak akan berpisah dengan Sipartano Nai Borngin, seperti yang yang sudah ditetapkan oleh Nenek Moyang Kita Sipartano Nai Borngin Sibarani dan Sibue dengan Anak Borunya.

kemudian beliau nemabahkan PORSIB yang ada di Medan ini berdiri sendiri tidak menjadi bawahan dari PORSIB yang ada di Indonesia bahkan yang ada di dunia dan kita tetap berdiri sendiri,

dan Program yang utama Perkumpulan Porsib dari Medan, Indonesia dan Porsib yang ada di Dunia ini adalah untuk mendirikan Tugu Ompung ta Raja Sibarani yang berasal dari Pomparan Omputa Sipaet Tua yang memiliki tiga anak yaitu Pangolu Ponggok Naiborngin (Huta Hayan, Aruan dan Hutajulu), Partano Naiborngin (Sibarani dan Sibuea), dan Ompu raja Lagoboti ( Pangaribuan dan Hutapea) dan hanya kita Sibarani yang saat ini belum mempunyai Tugu di Laguboti.

inilah jadi motivasi dan dorongan dari Pomparan Omputa Raja Sibarani yang ada di Indonesia bahkan Dunia yang akan kita buatlah yang bertujuan pertanda asal usul mula-mulanya ada Omputa Sibarani,

Rencana pembangunan Tugu Omputa Raja Sibarani ini sudah berjalan dan kepanitia untuk kegiatan ini sudah dibentuk permintaan dan berkoordinator dengan Seluruh Porsib yang ada di Indonesia dan tanggal 31 Maret 2018 ini peletakan batu pertama pembangunan Tugu Omputa Raja Sibarani tersebut dilaksanakan

dan informasi yang saya dapatkan bahwa saudara kita Pomparan Raja Parjalang Sibarani yang saat ini ada di Benua Eropa berserta keluarga besarnya direncanakan untuk datang menyaksikan peletakan batu pertama Tugu Omputa Raja Sibarani ke Laguboti,

sedikit tidak seberapa tetapi marilah kita Punguan Pomparan Raja Parjalang Sibarani Anak, Boru, Bere & Ibebere Se-Kota Medan ikut berpartisipasi untuk memberikan bantuan dana pembangunan tugu tersebut dan mendukung kegiatan tersebut ini.

Beliau juga mengatakan kepada para Orang Tua “ Ramoti hamu ma hami di parohaon asa angian hami angka namposo tu lamnaposo lagi lebih bergairah laho padengganton punguanta si Parjalang on, nang pe molo hubereng hita na adong di Medan on dang pola namora hita alai torang nian di parohaon, i do na atong na utama, anggo mora disibaenon na ginjang di parohaon na, hurang denggan do i, alai mora ma nian hita di parohaon, ala hubereng huboto do tampak na do tajomna lebih tahi do gogo na, jadi horas ma di hita saluhutna

Tak lupa Ketua BPH Punguan Pomparan Raja Parjalang Anak, Boru, Bere dan Ibebere Se-Kota Medan mengucapakan terima kasihlah kepada para panitia acara.

dan beliau berpesan kalau bisa di hari-hari yang akan datang kepada generasi agar dapat membuat program acara Pahae Tour dan beliau yang dimulai dari Sigompulon, Silakitang sampai ke Siunggas dengan cara membuat program tabungan untuk acara tersebut dan semoga Tuhan merestuinya.

Selesai acara kebaktian dan kata sambutan pihak pantia acara mengadakan makan bersama dilanjutkan dengan acara menangkap ikan mas yang total keseluruhan beratnya mencapai 50 kg dibagi dua untuk anak usia 3 s/d 6 tahun dan anak usia 7 s/d 10, dan ada juga acara joget balon untuk para orang tua.

Terlihat kegembiraan dan kebersamaan antar sesama Punguan Pomparan Raja Parjalang Sibarani dan inilah harapan, semoga didalam kekompakan ini menjadikan hikmat dan teladan kepada generasi kedepan dari seluruh Pomparan Raja Parjalang Sibarani Anak, Boru, Bere dan Ibebere dimanapun berada kata panitia acara kepada Awak Media Barani-News.

Aliran Sungai yang berada di sekitar lokasi tempat Kebaktian Padang tersebut dimanfaatkan untuk mandi-mandi oleh seluruh Anggota dan Pengurus dari Punguan Pomparan Raja Parjalang Sibarani Anak, Boru, Bere & Ibebere yang membuat suasana bertambah menarik perhatian dari awak media dimana anak-anak yang tadinya terlihat kotor sewaktu menangkap ikan mas tersebut mandi di air sungai yang jernih tersebut.

Salah seorang Anggota Parjalang yang sudah berumur diatas 50 tahun yang dikenal dengan sebutan Op. Doli Dea Br. Sibarani sepertinya menikmati sekali suasana aliran air tersebut dimana beliau terlihat sudah hampir 1 jam berendam di aliran sungai tersebut dan saat di konfirmasi tentang suasana alam sekitar itu beliau mengatakan bahwa air sungai ini deras sekali seperti aliran sungai yang ada di kampung kami pahae dan kita yang ada ditempat ini saat ini sedang beruntung tidak sedang turun hujan di atas sana sehingga airnya ini terlihat jernih dan layak untuk kita nikmati saat ini .

Acara yang Bona Taon dan Kebaktian Padang ini juga membawa kesan oleh Carles Sibarani (Op. Felix) , mengatakan : acara seperti ini sangat bagus yang bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan didalam kekeluargaan Punguan Pomparan Raja Parjalang Sibarani Anak, Boru, Bere dan Ibebere yang ada di Kota Medan ini dan harapan saya juga kedepan harinya dapat semakin bertambah baik dan semakin berkesan untuk generasi Pomparan Raja Parjalang Sibarani.

Masih terlihat semangat dan kegembiraan dari seluruh Anggota dan Pengurus Pomparan Raja Parjalang Sibarani Anak, Boru, Bere & Ibebere Kota Medan Sampai akhir acara pada jam 17.00 wib sembari berkemas-kemas dan membersikan area tempat acara dengan mengutip sampah yang berserakan untuk kembali menuju rumah masing-masing.

Raja Parjalang Sibarani merupakan salah satu garis keturunan anak dari Raja Sibarani dari Tanah Laguboti di daerah Tanah Batak yang saat ini berada di Wilayah Propinsi Sumatera Utara dan garis keturunannya Raja Parjalang Sibarani tersebut sudah menyebar di seluruh dunia dan di kota Medan garis keturunan dari Parjalang Sibarani ini sudah membuka perkumpulan yang saat ini sudah berumur 42 tahun (14/02/18). (Endy)

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas